Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Kasih Yang Mengubah

Sabtu, 17 Februari 2024



(Sesudah Rabu Abu, St Theodulus dan Tujuh Saudara Suci Pendiri Ordo Servite)

Bacaan I Yesaya 58:9b-14

Mazmur Tanggapan 86:1-2.3-4.5-6

(Ref: Tunjukanlah kepadaku jalanMu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaranMu)

Injil Lukas 5:27-32


"Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia"  Luk 5:29

(Et erat turba multa publicanòrum, et aliòrum, qui cum illis erant discumbèntes)


KASIH YANG MENGUBAH



MUNGKIN benar bahwa solidaritas itu hasil dari satu pertautan senasib. Apalagi nasib melata di bawah standar. Kaum berkekurangan itu sungguh merasa senasib.



Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Puasa Itu Selalu Berorientasi Pada Nilai



NAMUN, dari kekurangan itu terlahirlah kekuatan hati penuh sukacita. Senasib dan sepenanggungan membuat siapapun mudah 'saling bercurhat'. Pun di saat mengalami kegembiraan bersama.



SAHABAT-SAHABAT Lewi, tanpa hambatan, sekian polos dan spontan bergembira bersama di perjamuan itu. Di situ, dirayakanlah sukacita balada orang-orang terkucil. Kelas pemungut cukai, yang terstigma najis, pendosa dan sampah!


Ayo Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Puasa Memanggil Kita Kembali Pulang Pada Allah, Sesama Dan Diri Sendiri


TETAPI, kisah itu menjadi lebih istimewa oleh kehadiran Yesus. Kekuatan perjamuan nyata saat di dalam perjamuan itu sendiri tak ada mata hati dan sikap yang membenci, yang mengadili, yang mempersalahkan dan lalu menghukum. Sungguh, perjamuan itu adalah perjamuan yang membebaskan!

ANDA menjadi tak aman di sebuah acara gembira, di satu kondangan? Iya, itu terlahirkan karena Anda membawa mata penghakiman dan hati penuh benci pada 'orang tertentu yang hadir di kegembiraan itu.' Karena itulah, jadilah orang bebas yang membuang rasa benci. Kembali raihlah rasa ceriah bersama yang lain!


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik;  DALAM Kristus Dan AjaranNya, Kita Tentu Berakar Pada Nilai-Nilai Kehidupan


EKARISTI adalah Perjamuan Kasih Persaudaraan. Yesus, Tuhan, menjadi Tokoh Utama yang memperjumpakan kita semua. Dialah pemimpin dan penyelenggara Ekaristi itu.



MAKA, tidak kah kita seharusnya bergembira bersama? Untuk saling menerima satu terhadap yang lain? Bila kita ke Gereja atau hadir dalam doa bersama, hanya untuk menghakimi: mana layak dan mana tak layak untuk bergembira, maka kita bisa terjebak dalam bahaya 'sungut-sungut kaum farisi dan para ahli taurat' (cf Luk 5:30).


Ayo baca juga yang ini; Satu Permenungan Iman Katolik; Mungkinkah Hati Tuhan Benar-Benar Telah Gusar?


MARI kita sepakat bahwa di perjamuan itu, yang diprakarsai Lewi, justru Yesus-lah yang 'ambil alih' sebagai pemimpin dan penyelenggara perjamuan. Dari Yesus selalu mengalir kebeningan Kasih yang mengubah dan membebaskan.



TETAPI, inti dari semuanya tentu bukanlah pada gairah dari perjamuan besar itu. Perjumpaan dengan Yesus lahirkan satu makna baru dalam hidup Lewi. "Ia berdiri dan meninggalkan segala sesuatu" (Luk 5:29).




DAN, apakah yang mesti kita tinggalkan sebagai buah dari perjamuan bersama Yesus? Apa yang mesti ditinggalkan sebagai buah dari puasa kita? Pertanyaan ini tetap mengiringi jalan hidup setiap kita.



Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin






Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN







Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar