Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Kita Dipanggil Untuk Berbuat Baik

Jumat, 09 Februari 2024


(Pekan Biasa V, St Apolonia dr Alexandria, St Nikeforus dr Anthiokia)

Bacaan I 1Raja-Raja 11:29-32; 12:19

Mazmur Tanggapan Mzm 81:10-11ab.12-13.14-15.

Injil Markus 7:31-37

"IA menjadikan segala-galanya baik..."  Mrk 7:37

(Bene omnia fecit)


SUNGGUH KAH AKU INI ORANG BAIK?

DIPANGGIL kepada kebaikan. Itulah satu amanat kehidupan bagi setiap kita. Hidup manusia tak mungkin bertumbuh dan berkembang tanpa ungkapan-ungkapan kebaikan itu.

Jangan lupa baca yang ini; Renungan Harian Katolik; Kata-Kata Itu Berdaya Mengubah

"AKU menjadi aku yang hidup hingga saat ini sebab aku mengalami kasih dan kebaikan dari sesama." Bukan kah dunia tak pernah kekurangan orang-orang yang miliki rasa dan tindak kepedulian terhadap sesamanya? Namun, apakah tampilan kebaikan itu terlahir begitu saja? Nyatanya tidak!

BUDI PEKERTI itu diajarkan, dilatih, dan dibiasakan. Nilai-nilai hidup mesti disalurkan lewat sikap, perbuatan, tata krama, tutur kata, gerak dan tingkah laku. Seseorang disebut baik tak diukur sebagai rasa baik hanya dalam dirinya sendiri, bahwa "Aku orang baik bahkan lebih baik dari siapapun." Tidak! '

'Seseorang disebut sebagai orang baik itu selalu dalam perelasian dan kebersamaan dengan sesama. Di situlah kebaikannya nyata dan berbuah demi sesama. Di situ, orang baik itu berjuang kembali kepada nilai, yang mencahayai siapapun dalam kebersamaan dan sesamanya.

BAGAIMANAPUN orang baik itu bukan berarti bahwa ia tak pernah melintas atau luput dari jalan buruk. Namun ia berjuang agar sesamanya tak boleh berada di jalan yang buruk itu pula. Demikianpun orang yang benar-benar baik itu tak bakal menggunakan kesalahan dan ketidakbaikan orang lain hanya untuk 'merasa diri dan nyatakan diri sendiri sebagai orang baik atau selalu merasa diri lebih baik.

Jang lupa baca yang ini; Pojok Kitab Suci; Ke Dunia yang Terluka: Di Situlah Kita Diutus

ORANG baik itu hidup dalam harapan bahwa Kasih dan Kebaikan akan mengalahkan yang suram dan penuh kepekatan sekalipun. Orang baik tak pernah menyerah, sebab untuk kebaikan itu sendiri selalu ada kesempatan untuk bertindak dan mengungkapkannya.

YESUS, Guru Agung kita, ajarkan kebaikan. Dan "IA menjadikan segala-galanya baik." IA setia pada kehendak BapaNya. Dan PancaindraNya teramat mulia untuk merasakan kegetiran hidup jiwa raga yang tengah kita manusia alami. Dan IA 'masuk dalam keberpihakan untuk kembali menjadikannya BAIK.

Ini juga menarik, buah dari Karya Pastoral; Petani Sayur-Sayuran Bangun Kemitraan Bisnis Dengan Distributor

KITA dipanggil untuk berbuat baik. Tidak karena segala kehebatan dan keluarbiasaan yang kita miliki. Ada keyakinan "Orang baik tidak datang dengan segala kelebihan yang ia punyai; tetapi orang baik itu tidak akan pergi saat sesamanya berkekurangan; saat saudaranya dirundung derita dan kemalangan, dan nampak tercela. Sebab dalam diri orang baik selalu ada harapan bagi sesamanya."

Jangan lupa baca yang ini; Renungan Harian Katolik; Tuhan-lah Cahaya Kemuliaan Kita

Dan tersenyumlah dalam iman akan Yesus, Tuhan. Sebab Andalah termasuk orang baik itu sesungguhnya....

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin


Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN



Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Bahaya Perangai Kasar, Nalar Semestinya Sehat



Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar