Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Rasa Dan Sikap Bersatu Mesti Jadi Kenyataan Alur Hidup Kita.......

Rabu, 15 Mei 2024

(Pekan VII Paskah, St Dymohna, St Isidorus si Petani, Beata Maria Torribia)

Bacaan I Kisah Para Rasul 20:28 - 38
Mazmur Tanggapan Mzm 68:29-30.33-35a.35b.36c
(Ref: Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah)
Injil Yohanes 17:11b - 19


"...supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita"  Yoh 17:11b
(Ut sint unum, sicut et nos)



RASA DAN SIKAP BERSATU MESTI JADI KENYATAAN ALUR HIDUP KITA


SELALU ada semangat untuk 'berada bersama.' Naluri kumpul-kumpul memang mengasyikkan. Semuanya tentu dibasiskan pada rasa bersatu, kekeluargaan, solider, kerjasama, gotong royong, serta segala hal demi berbagi rasa.



Sebaiknya baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Sukacita Yang Benar Ada Dalam Tuhan


TENTU hal indah ini mesti berakar pada, setidaknya, dua pola pikir dan sikap dasar. Di tempat pertama, adalah jawaban atas pertanyaan: siapakah sesama atau orang lain bagiku atau di hadapanku? Dan yang kedua, adalah satu permenungan atas diri sendiri: siapakah aku bagi orang lain? Ini semua tentang makna jati diri dan kehadiran dalam kesalingan di dalam kebersamaan.



TETANGGA saja, misalnya, sulit didekati penuh teduh hati dan rasa berbinar-binar ceriah. Sebab tetangga sudah 'dirumuskan' sebagai musuh, orang tak baik, penuh ancaman dan berbahaya, kaum pinggiran, kelompok manusia tak ada 'nilai tambah' untuk hidup kita.


ORANG LAIN pun sulit didekati dan jauh dari rasa serta alam kebersamaan - kebersatuan. Sebab, kita cenderung tempatkan ego-diri dan kiprahnya di atas orang lain atau sesama. Di situlah arogansi sudah bersemi di ladang diri. 'Orang lain atau sesama itu kita tidak anggap atau tidak reken memang. Iya, itu tadi, virus superior memang jadi ancaman telak untuk rasa bersatu. Untuk menggapai sesama!



DI LINTASAN praktis keseharian, sulitnya kiprah rasa kekuargaan, kerukunan dan persatuan juga lahir akibat ketidaktrampilan dalam menguasai lidah. Kita bisa teramat boros dalam kata-kata yang menyudutkan, menghina, dalam kata-kata penuh bumbu untuk menghakimi.

Bukan kah.....


KITA selalu saja punya stok cerita suram dan seram tentang sesama. Hanya demi mengasingkannya dan mengusirnya pergi jauh dari hati kita sendiri dan dari perkumpulan rasa kebersamaan?

Sebaiknya baca juga yang ini; Minggu Pekan VII Paskah; Ketika Ibu Tak Pernah Bercerita Lagi Penuh Hangat


DOA YESUS, Tuhan dan Guru, sungguh demi nilai persatuan di antara para murid dan di antara orang-orang yang percaya kepadaNya.

Dan bagi kita sendiri bagaimana kita menangkapnya?



KITA tidak hanya berharap dan berdoa semoga di akhir hayat, kita semua bakal bersatu abadi di rumah BAPA dalam persatuan dengan Para Kudus. Namun di atas bumi ini, selama hidup, kita tetap berjuang untuk ciptakan spasi kehidupan bagi kehadiran sesama. Dan bagaimana kita berjuang untuk melihat sesama dalam Kasih. Itulah landasan rasa kebersatuan kita.


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin - Alleluia


Pater Kons Beo,SVD


Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran. Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.



Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar