Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; TUHAN Tetaplah Menjadi Awal - Akhir Dan Pusat Seluruh Ziarah Hidup Kita

Jumat, 28 Juli 2023
(Pekan Biasa XVI, St Celcus, St Nazarius, St Viktor I - Paus ke 14, Beato Yohanes Soreth)
Bacaan I Keluaran 20:1-17
Mazmur Tanggapan Mzm 19:8-11
Injil Matius 13:18-23





"Selama enam hari engkau bekerja, dan melakukan segala pekerjaanmu"  Kel 20:9

(Sex diebus operaberis et facies omnia opera tua)




SEMUA yang sedari awal mula telah diciptakan Tuhan mesti dilanjutkan. Dan manusialah yang dapatkan tugas dan tanggungjawab mulia. Hidup mesti mengalir, berubah dan berkembang.



HIDUP seperti itu ada dalam kerangka 'berusaha dan bekerja.' Manusia dikaruniai Tuhan akal budi, bakat dan kesanggupan untuk mengolah 'isi bumi dan alam raya.' Semuanya demi kebaikan bersama dan kemajuan hidup itu sendiri.




APA jadinya hidup pribadi dan dalam kebersamaan sekiranya bekerja bukan menjadi salah satu orientasi dasar kehidupan itu sendiri? Saat manusia hidup dalam 'alam tidur, berleha-leha dan melipat tangan (cf Amsal 6:9-10)?




BERSYUKURLAH bahwa kita telah jadi petarung dalam bekerja. Melaluinya terungkaplah rasa tanggungjawab atas nafas dan karunia kehidupan ini. Rejeki tak pernah 'datang gratis.' Tanpa usaha dan tiada tetesan keringat.


Baca juga yang ini PENTING: Satu Permenungan IMAN KATOLIK; Menimbang Keletihan Rohani


BAGAIMANAPUN, kerja dan pekerjaan mesti dijauhkan dari 'arus keberhalaan.' Saat 'bekerja dan hasil karya' dimuliakan sebagai pusat kehidupan yang justru memperbudak hidup manusia itu sendiri. Yang sejadinya dikejar adalah sebanyak-banyaknya 'roti dan segala jenis (peng)hasil(an) yang mempertebal pundi-pundi dan menggemukkan lumbung penyimpanan.' Bahaya kehidupan tengah menatap tajam.



TUHAN memanggil kita untuk sebuah jedah dari segala sibuk itu. Sepantasnya tetaplah tercipta satu momentum sabat. Saat 'janganlah engkau melakukan suatu pekerjaan' (cf Kel 20:10).




BARANGKALI Sabat dimaksudkan agar kita kembali 'pada hening diri,' dan pada jumpa ceriah kita di dalam kebersamaan apapun. Dan di atas segalanya, Sabat itu sebenarnya adalah muara hati kita yang merindukan Tuhan.



TUHAN tetaplah menjadi awal - akhir dan pusat seluruh ziarah hidup kita. Sabat adalah terang yang sinari kesuraman hati yang disumpeki oleh segala lalu lintas pekerjaan yang memborgol alam kebebasan dan kemerdekaan hidup kita.




KERJA tanpa istirahat, kerja tanpa teduh batin, kerja tanpa bersua Tuhan, kerja tanpa peduli hari Minggu, selalu jadi ancaman yang tak melegahkan ziarah hidup ini.




Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin

Pater Kons Beo, SVD

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota. KSP CU Florette: Menyediakan Pinjaman Bunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerjasama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Posting Komentar

0 Komentar