Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; JALAN Pertobatan Itu Adalah Jalan Mendengarkan

Rabu, 21 Februari 2024

(Pekan I Pra-Paskah, St Beata Eleonora, Beato Noel Pinot, St Petrus Damianus, St Robertus Southwell)

Bacaan I Yunus 3:1-10

Mazmur Tanggapan Mzm 51:3-4.12-13.18-19

(Ref: Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah)

Injil Lukas 11:29-32


"Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengar pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus"

Luk 11:32

(Quia poenitèntiam egèrunt ad praedicatiònem Ionae, et ecce plus quam Ionas hic)



TOBAT: JALAN PULANG PADA TUHAN DAN SESAMA



PERTOBATAN tak terjadi sekejab. Bila iya, itu terjadi pada Saulus. Saat ia begitu berkobar-kobar menuju Damsyik. Ada jalan pertobatan yang pada umumnya dilewati. Oleh siapapun kita.


Sebaiknya baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; KEHENDAK TUHAN Itu Selalu Agung - Luhur - Mulia Bagi Kehidupan Manusia



JALAN pertobatan itu adalah jalan mendengarkan. Penduduk Niniwe berbalik dari sikapnya yang lama. Kembali melihat arti dan jalan hidup yang sesungguhnya. Telinga mereka peka dan mendengarkan seruan Yunus, Nabi Tuhan.



JALAN mendengarkan itu yang tak diawali dan ditapaki oleh yang tegar tengkuk oleh pemberitaan Yesus. Padahal 'tanda dan kehadiran' Yesus di hadapan mereka lebih besar dari pada Yunus. Bongkahan kerasnya hati tak sanggup dicairkan oleh pemberitaan damai dan sukacita.


Jangan lewatkan yang ini; Renungan Harian Katolik; Rindu Di Posisi Kanan


JALAN mendengarkan tetap menjadi jalan harapan bagi semua kita. Kita tak pernah mampu kuasai sepenuhnya seluruh diri kita. Kita tak pernah jadi tuan dan penguasa mutlak atas setiap langkah di ziarah kehidupan.




BERSYUKURLAH pada siapapun yang memperdengarkan suara kenabian itu. Mereka yang lanjutkan pesan-pesan kehendak Tuhan. Entah dalam cara yang sederhana sekalipun. Menjadikan diri sendiri dalam semangat hati Niniwe itulah harapan semua kita.



TETAPI, terkadang kita bisa kembali dan pulang bahkan oleh kata-kata yang tak tersuarakan. Bukan kah kata-kata yang tak terucapkan itu sungguh bergema kuat dalam diri kita?




DALAM masa pra-paskah ini, kita miliki ruang dan tempat mahadalam dan lebar. Demi menangkap secara tepat kata yang sebatas tertahan di sinar mata. Pun yang cuma tergambar di raut wajah. Tak menentu. Tiada kepastian.





"BAHWA tubuh kurus dan wajah berkeriput serta pucat pasi, lemah tanpa daya sebenarnya mendesakmu untuk segera berbagi dari kelimpahan piring dan meja perjamuanmu. Bahwa yang tak dipedulikan dan piatu itu sungguh rindukan uluran Kasihmu."


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin




Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN







Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar