Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Tak Kembali Sebagai Hero (Pahlawan), Tapi Sungguh Zero (Hampa). Namun Tuhan Tetap Merangkul Dalam Kasih

Sabtu, 02 Maret 2024

(Pekan II Prapaskah, St Agnes dr Praha, Beato Charles yang baik)
Bacaan I Mikha 7:14-15.18-20
Mazmur Tanggapan Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12
(Ref: Tuhan adalah penyayang dan pengasihi)
Injil Lukas 15:1-3.11-32


"Ayah itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia..."  Lukas 15:20
(Pater...accurens cecidit super collum eius, et osculatus est eum)




TAK KEMBALI SEBAGAI HERO (PAHLAWAN), TAPI SUNGGUH ZERO (HAMPA). NAMUN TUHAN TETAP MERANGKUL DALAM KASIH




BETULKAH bahwa hanya si anak hilang itulah yang perlahan-lahan dekati rumah ayahnya? Yang sedikit demi sedikit menjauh dari alam 'kelaparan dan ampas sisa makanan babi'? Yang harus lupakan semua masa kejayaan penuh foyah-foyah saat masih 'berpunya dalam pundi-pundi?'


Sebaiknya baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Tuhan Tak Pernah Salah Perhitungan


BAGI anak yang hilang, 'pulang ke rumah' adalah tindakan untuk 'kembali alam kelahiran dan suasana ketika ia dibesarkan.' Ia kembali tak untuk mengambil apa-apa lagi; tak juga untuk dianggap dan dilihat sebagai anak! Biarlah hanya sebatas 'orang upahan.' Itu telah lebih dari cukup. Yang dirindukannya hanyalah suasana kerumahan, at home, yang telah ia sia-siakan.



YANG terlukis pula adalah sang ayah justru miliki bola kasih. Walau di kejauhan jarak, tetap ada kesanggupan melihat dan terlebih masih mengenal anaknya walau fisik sang anak tentu telah surut akibat sebatas makanan ampas nan sisa-sisa. Sang ayah pun segera berlari dan dapatkan anaknya itu!


Baca juga yang ini, menarik untuk anda; Renungan Harian Katolik;  Berdirilah Teguh Dalam Kasih Dan Kebaikan Tuhan


SEBELUM si hilang masuk kembali ke dalam rumah, biarlah sang ayah yang jadi jaminan. Ayah yang mesti memastikan anaknya kembali dengan 'baik-baik.' Sang ayah tak mau membiarkan siapapun, selain dirinya, untuk pertama kali 'merangkul dan mencium anaknya.'


Dapat terjadi, sang ayah itu tak inginkan satu risiko terburuk terjadi sekiranya ada orang lain yang pertama kali melihat dan mendapatkan anaknya.




KASIH yang melihat, yang berlari, yang merangkul, dan mencium' dari sang ayah, berhasil hilangkan perasaan was-was si anak hilang untuk kembali dalam keluasan hati. Semuanya mesti terjadi seperti dulu lagi, seperti hari-hari kemarin dalam sukacita serumah. Itu semua berawal dari sikap sang ayah yang melihat dan dekatkan diri pada anaknya.




ADAKAH siapapun yang hilang, yang menjauh, dan yang semakin berjarak? Mungkin kah sikap ternyaman buat kita: biarkan saja, untung apanya untuk terlalu repot-repot, emangnya penting, urus diri masing-masing? Atau mungkin, seperti anak sulung, kita merasa tak nyaman dan gusar hati bahwa yang 'hilang mesti didapatkan kembali.' Sebab kita terlanjur yakin bahwa 'yang hilang itu harus dinilai kehilangan segala-galanya dan selama-lamanya.' Kini, segala yang ada hanyalah punya kita! Iya, hanyalah milik kita...



BISA terjadi, di banyak titik dan sudut kehidupan, kita bisa tergolong sebagai 'anak yang hilang.' Tetapi, sekiranya kita masih tetap merasa adanya bayangan Kasih Tuhan yang 'merindu dan mengejar kita pulang,' kita pasti akan dimenangkanNYA. Tuhan itu selalu siap dan sanggup untuk 'melihat dari jauh, berlari dan mendapatkan, merangkul serta mencium setiap kita.'


Baca juga yang ini tentang Perubahan Iklim; Kelompok Kerja Perubahan Iklim Manggarai Timur Duduk Bersama Untuk Mengevaluasi Rencana Aksi Daerah Adapatasi Perubahan Iklim 2023.



WALAU kita pulang tidak sebagai hero (pahlawan). Tetapi benar-benar cumalah sebagai sosok di titik zero (kosong). Kita tetap didapati kembali. Sungguh ajaib, besar, agung dan mulialah Kasih Tuhan.




Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin


Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN







Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar